Senin, 05 Desember 2011

Mekanisme Persalinan

Childbirth MechanismMekanisme persalinan mengacu pada bagaimana kepala janin menyesuaikan dan meloloskan diri dari panggul ibu, yang meliputi gerakan sebagai berikut :

 

Engagement / Floating Head

Kepala masuk pintu atas panggul tetapi masih mengambang.
Kepala yang masuk bisa secara asinklitismus anterior (bila kepala janin masuk pintu atas panggul dengan tulang parietal belakang lebih tinggi dari tulang parietal depan, bila lebih rendah berarti secara asinklitismus posterior (Bobaks, Irene, Keperawatan Maternitas, EGC, Jakarta, 2004).
kembali ke atas

Descent / Turun


Sebetulnya janin mengalami penurunan terus menerus dalam jalan lahir sejak kehamilan trimester ketiga, antara lain masuknya bagian terbesar kepala janin ke dalam pintu atas panggul (engagement), yang pada multigravida dapat terjadi beberapa minggu sebelum melahirkan dan multipara selambat-lambatnya harus sudah terjadi pada kala II (Sumapraja, Prof. Dr. Suradjim,  Persalinan Normal, FKUI, Jakarta, 1993).
Penurunan disebabkan adanya dorongan fundus terhadap bokong dan melurusnya badan janin, tekanan otot-otot abdominal akibat kontraksi dan tekanan dari dinding samping panggul (Bobaks, Irene, Keperawatan Maternitas, EGC, Jakarta, 2004).
kembali ke atas

Fleksi


Pada permulaan persalinan, kepala janin biasanya berada dalam sikap fleksi. Dengan turunnya kepala janin, tahanan yang diperoleh dari dasar panggul akan makin besar, yang mengakibatkan kepala janin makin fleksi lagi dan dagu janin menekan dadanya dan belakang kepala (oksiput) menjadi bagian terbawah janin (Sumapraja, Prof. Dr. Suradjim, Persalinan Normal, FKUI, Jakarta, 1993).
Fleksi yang maksimal ini menyebabkan masuknya kepala janin dengan diameter terkecil (diameter suboksipito-bregmatika : 9,5 cm) kedalam pintu atas panggul (bila tidak terjadi fleksi, kepala janin masuk dengan diameter oksipito frontalis : 11,5 cm) (Bobaks, Irene, Keperawatan Maternitas, EGC, Jakarta, 2004).
kembali ke atas

Internal Rotation / Rotasi Dalam

engagement descent flexion
Sewaktu makin turunnya kepala janin dalam jalan lahir, kepala janin akan berputar sedemikian rupa sehingga diameter terpanjang kepala janin akan bersesuaian dengan diameter terpanjang rongga panggul atau dengan kata lain diameter terkecil antero posterior kepala janin akan bersesuaian dengan diameter terkecil transversa (oblik) pintu atas panggul dan selanjutnya dengan diameter terkecil antero posterior pintu bawah panggul. Hal ini dimungkinkan karena terjadinya pergerakan kepala janin seperti spiral atau sekrup pada waktu turun dalam jalan lahir. Bahu tidak berputar bersama dengan kepala karena adanya leher yang tidak memaksa putaran kepala harus diikuti putaran bahu janin. Dengan demikian sumbu panjang bahu akan membuat sudut 450 dengan sumbu panjang kepala, selama kepala didalam rongga panggul (Sumapraja, Prof. Dr. Suradjim, Persalinan Normal, FKUI, Jakarta, 1993).
Dengan kata lain, kepala dengan ubun-ubun kecil di sisi kiri berputar 450 (1/8) ke arah kiri depan disertai dengan bahu (Bobaks, Irene, Keperawatan Maternitas, EGC, Jakarta, 2004).
Mengapa belakang kepala (oksiput) berputar ke depan, tidak ada seorangpun yang tahu. Mungkin karena arsitektur jalan lahir dan bentuk kepala janin sedemikian rupa sehingga belakang kepala janin akan lebih banyak kemungkinan berputar ke depan daripada ke belakang (Sumapraja, Prof. Dr. Suradjim, Persalinan Normal, FKUI, Jakarta, 1993).
kembali ke atas

Ekstensi / Ekspulsi (melepaskan diri dari fleksi maksimal)


Kepala janin dilahirkan dengan melepaskan diri dari sikap kepala yang fleksi maksimal dengan jalan menempuh gerakan defleksi atau ekstensi kepala, maka berturut-turut lahirlah sinsiput (puncak kepala), dahi, hidung, mulut dan akhirnya dagu. Pada saat ini, sumbu panjang bahu bersesuaian dengan diameter oblik panggul tengah (Bobaks, Irene, Keperawatan Maternitas, EGC, Jakarta, 2004).
kembali ke atas

Restitusi / Putaran Balasan


Sewaktu berlangsung rotasi dalam, leher akan terpelintir karena bahu tidak bersama-sama mengadakan rotasi dalam dengan kepala yang lebih dulu melakukan rotasi dalam. Pada saat kepala janin lahir, pelintiran leher ini akan terlepas, sehingga kepala janin akan berputar kembali sehingga hubungan kepala janin dengan bahunya menjadi normal kembali (Bobaks, Irene, Keperawatan Maternitas, EGC, Jakarta, 2004).
kembali ke atas

External Rotation / Rotasi Luar


Rotasi luar kepala janin pada hakikatnya mengikuti rotasi dalam bahu janin. Pada saat bahu memasuki rongga panggul dengan sumbu panjang bahu bersesuaian diameter oblik (transversa), pada saat itu kepala janin terdapat di pintu panggul dengan sumbu terpanjang kepala bersesuaian diameter antero posterior pintu bawah panggul. Pada saat kepala lahir, ia akan mengadakan rotasi luar untuk menyesuaikan diri dengan bahu janin. Demikian pula pada waktu bahu janin lahir dengan sumbu panjang bahu bersesuaian diameter terpanjang pintu bawah panggul (Sumapraja, Prof. Dr. Suradjim, Persalinan Normal, FKUI, Jakarta, 1993).
Dengan kata lain, kepala dengan ubun-ubun kecil kiri depan berputar 450 (1/8) ke arah depan tanpa dengan bahu sehingga terjadi torsi leher (terpelintir) (Bobaks, Irene, Keperawatan Maternitas, EGC, Jakarta, 2004).
kembali ke atas

Birth of Body


Lahir bahu dan kepala dengan badan bayi melakukan gerakan fleksi lateral, maka bahu anterior lahir terlebih dahulu, lalu bahu posterior selanjutnya adalah seluruh badan bayi (Bobaks, Irene, Keperawatan Maternitas, EGC, Jakarta, 2004).
kembali ke atas

2 komentar:

  1. Jadi ingat istri saat melahirkan dulu.. aku yg mulesss...

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha... itu sih kalau orang sunda bilang "gehgeran"...
      btw makasih kunjungannya :)

      Hapus

Komentar, pertanyaan maupun opini anda sangat bermanfaat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar, kritik dan saran Anda sangat berarti bagi Kami

© 2011 www.nengbidan.com. All Rights Reserved | Privacy Policy