Senin, 07 November 2011

Perubahan Fisiologi pada Wanita Hamil

Perubahan yang terjadi pada ibu hamil tersebut antara lain:

Rahim atau uterus

Rahim yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gram akan mengalami hipertrofi dan hiperplasia, sehingga menjadi seberat 1.000 gram saat akhir kehamilan, otot rahim mengalami hiperplasia dan hipertrofi menjadi lebih besar, lunak dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin.

Perubahan pada istmus uteri (rahim) menyebabkan istmus menjadi lebih panjang dan lunak (tanda Hegar) sehingga pada pemeriksaan dalam seolah-olah kedua jari dapat saling sentuh. Hubungan besarnya rahim dan tuanya kehamilan penting untuk diketahui karena kemungkinan penyimpangan kehamilan seperti hamil ganda, hamil molahidatidosa, hamil dengan hidramnion akan teraba lebih besar.

Sebagai gambaran menentukan besarnya rahim dan tuanya kehamilan, yaitu:


Usia kehamilan
Ukuran rahin
Pada kehamilan 16 minggu pertengahan symphisis-pusat
Pada kehamilan 20 minggu 2 jari bawah pusat
Pada kehamilan 24 minggu setinggi pusat
Pada kehamilan 28 minggu 3 jari atas pusat
Pada kehamilan 32 minggu pertengahan prosesus xifoideus pusat
Pada kehamilan 36 minggu satu jari bawah prosesus xifoideus
Pada kehamilan 40 minggu 3 jari dibawah prosesus xifoideus

Vagina dan vulva

Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah dan kebiru-biruan (tanda Chadwicks).

Ovarium

Dengan terjadinya kehamilan, ovarium yang mengandung korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna, kejadian ini tidak dapat lepas dari kemampuan villi korialis yang mengeluarkan hormone chorionic gonadotropin yang mirip dengan hormone luteotropik hipofisis anterior.

Mammae

Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada saat laktasi. Perkembangan mammae tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon saat kehamilan, yaitu estrogen, progesteron, dan somatomammotropin.

Perubahan payudara pada ibu hamil, yaitu:
  1. Payudara menjadi lebih besar
  2. Areola payudara makin hiperpigmentasi
  3. Glandula Montgomery makin tampak
  4. Puting susu makin menonjol
  5. Pengeluaran ASI belum berlangsung karena prolaktin belum berfungsi
  6. Setelah persalinan, hambatan prolaktin tidak ada sehingga produksi ASI dapat berlangsung.
Sirkulasi darah
  1. Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim.
  2. Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi retro-plasenter.
  3. Pengaruh hormon estrogen dan progesteron makin meningkat.
  4. Terjadinya peningkatan volume darah sebesar 25 – 30% sedangkan sel darah bertambah sekitar 20%, maka serum darah lebih besar dari pertumbuhan sel darah sehingga terjadinya pengeceran darah (hemoditasi).
Sistem Respirasi

Pada ibu hamil akan bernafas lebih dalam sekitar 20 sampai 25%, akibat terjadinya desakan diafragma karena dorongan rahim yang membesar pada umur 32 minggu.

Traktus Urinarius

Karena pengaruh desakan hamil muda dan turunnya kepala bayi pada hamil tua mengakibatkan terjadinya gangguan miksi (sering buang air kecil). Desakan tersebut menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh. Terjadinya hemodialisa menyebabkan metabolisme air semakin lancar sehingga pembentukan air senipun akan bertambah. Filtrasi pada glomerulus pun bertambah sekitar 69% sampai 70%.

Kulit

Terjadinya perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh melanophone stimulating hormone lobus hiprofisi anterior dan pengaruh kelenjar suprarenalis. Hiperpigmentasi terjadi pada striae gravidarum livide atau alba, areola mammae, papilla mammae, linea nigra, pipi (chloasma gravidarum). Setelah persalinan hiperpigmentasi ini akan menghilang.

Metabolisme
  1. Metabolisme basal meningkat sebesar 15% sampai 20%.
  2. Keseimbangan asam basa mengalami penurunan dari 155 mEq per liter menjadi 145 mEq per liter disebabkan hemodilusi darah dan kebutuhan mineral yang diperlukan janin.
  3. Kebutuhan protein makin tinggi sekitar ½ gr/kg BB atau sebutir telur ayam sehari.
  4. Kebutuhan kalori didapat dari karbohidrat, lemak dan protein.
  5. Kebutuhan zat mineral:
    • Kalsium, 1,5 gram/hari, 30 sampai 40 gram untuk pembentukan tulang janin.
    • Fosfor, rata-rata 2 gram dalam sehari.
    • Zat besi, 800 mgr atau 30 sampai 50 mgr sehari.
    • Air, ibu hamil memerlukan air cukup banyak dan dapat terjadi retensi air.
  6. Berat badan akan bertambah antara 6,5 sampai 16,5 kg selama hamil atau terjadi kenaikan berat badan sekitar ½ kg/minggu. Janin (3 – 3,5 kg), plasenta (0,5 kg), air ketuban (1 kg), timbunan lemak (1,5 kg), timbunan protein (2 kg), dan retensi air-garam (1,5 kg) 
(Manuaba, 1998, hal.: 106).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar, pertanyaan maupun opini anda sangat bermanfaat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar, kritik dan saran Anda sangat berarti bagi Kami

© 2011 www.nengbidan.com. All Rights Reserved | Privacy Policy