Kamis, 03 November 2011

Leukemia dan Kehamilan


Leukemia dalam kehamilan biasanya disebabkan karena gangguan pembekuan darah meningkatnya aktivitas fibrinolitik dan turunnya kadar fibrinogen serum.
Leukemia dan kehamilan tidak begitu saling pengaruh mempengaruhi.  Wanita leukemia bila hamil harus diperiksa secara lebih teratur dan lebih sering, karena ancaman terhadap kehamilan dan jiwanya tetap ada.

Pengaruh leukemia dalam kehamilan terhadap hasil konsepsi dapat terjadi abortus dan prematuritas. Pada ibu, bahaya perdarahan postpartum cukup besar, karena pada leukemia terjadi gangguan pembekuan darah. Hasil prognosa untuk ibu dan janin tidak begitu baik.

Pada ibu hami dengan leukemia manifestasi kliniknya mengalami malaise / lemas badan, anoreksia, nyeri tulang dan sensi, kadang-kadang apistaksis atau perdarahan gusi, pucat, tampak lemah, febris, limfadenopati generalisata, hepatomegali, splenomegali, petechiae.

Therapi leukemia dapat dilakukan dengan therapi radiasi namun cara ini dapat membahayakan janin dalam kandungan, karena akan menimbulkan kelainan teratogenik atau kematian janin dalam kandungan. Bila akan melakukan therapi radiasi dan kemoterapi, sebaiknya abortus terapeutik. Selain itu dapat pula dilakukan therapi tranfusi darah, kemoterapi dan sitostatika vincristin, methotrexate, busulphan, kortikosteroid dan lain-lain.
Wanita yang menderita leukemia sebaiknya tidak memaksakan untuk hamil, bahkan lebih dianjurkan untuk memutuskan menjalani kontrasepsi tubektomi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar, pertanyaan maupun opini anda sangat bermanfaat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar, kritik dan saran Anda sangat berarti bagi Kami

© 2011 www.nengbidan.com. All Rights Reserved | Privacy Policy